Jumat, 07 September 2012

KADO SPECIAL UNTUK MAHASISWA BARU

Immawati Rugayyah

 Menurut Dr. Mohtar Mas’oud, mahasiswa merupakan makhluk istimewa. Mereka ada pada lapisan umur yang memungkinkan untuk menjadi energenik dan cocok untuk menjadi pelopor perbaikan keadaan. Kata maha mempunyai arti paling tinggi atau lebih tinggi, sementara kata siswa merupakan seorang yang terpelajar (baik secara individu maupun kelompok). Jadi, mahasiswa adalah seorang yang terpelajar yang mempunyai kedudukan tertinggi diantara pelajar-pelajar lainnya (dalam tingkatan akademik seperti SD, SMP, dan SMA).
Menjadi mahasiswa merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Namun pada kenyataannya, menjadi mahasiswa tidak semudah yang dibayangakan. Perjuangan untuk dapat lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi bukan hal yang gampang untuk diwujudkan. Belum lagi jika harus berhadapan dengan para dosen yang killer, mengikuti jam kuliah yang membosankan,  atau menyelesaikan seabreg tugas sambil menjalankan kegiatan di organisasi kampus.
Tujuan mahasiswa adalah untuk memahami fenomena-fenomena yang terdapat dalam suatu tatanan yang disebut masyarakat baik dari segi politik, ekonomi, sosial, dll. Untuk mencapai tujuan tersebut maka interaksi yang inten sangatlah diperlukan guna menghindari hal-hal yang bersifat miskomunikasi. Perlu dipahami bahwa komunikasi juga dapat membawa bencana pribadi. Tetapi ini biasanya terjadi bagi orang-orang yang tidak menggunakan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Sebagai mahasiswa yang patut untuk dibanggakan, berikut ada tips dari kakanda Dian Pramana Putra (Mahasiswa yang memiliki segudang prestasi dan merupakan alumni Unismuh Makassar), yang tertuang dalam bukunya yang berjudul motivasi sukses di perguruan tinggi. Tipsnya sebagai berikut:

1.        Berprestasi di awal semester, buatlah prestasi akademik di awal semester. Prestasi yang cemerlang akan menjadi langkah awal yang baik untuk semester-semester berikutnya.
2.        Selektif dalam memilih teman, kemandirian di perguruan tinggi membuat pergaulan sesama mahasiswa cenderung bersifat individualistis. Pilihlah teman yang cocok dan bisa menunjang studimu karena teman memberikan pengaruh yang cukup besar. Teman diperlukan untuk belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas-tugas kuliah atau untuk mendapatkan informasi.
3.        Kenali seniormu, bersikap baik dan sopanlah terhadap senior. Bukan berarti senior itu gila hormat. Mereka akan lebih bersimpati kalau kamu menghormati mereka. Gunanya agar kamu mudah memperoleh pinjaman buku plus soal-soal ujian tahun lalu. Disamping itu kamu juga dapat memperoleh informasi tentang dosen, mata kuliah, dan berbagai informasi penting karena senior sudah lebih berpengalaman.
4.        Seringlah mengunjungi perpustakaan karena perpustakaan adalah gudang ilmu dan informasi. Dijamin tidak akan rugi apalagi jika bisa meminjam buku kuliah dari situ, kan bisa menghemat uang kuliah.
5.        Jadilah mahasiswa yang aktif. Ikutilah aktivitas-aktivitas di luar kuliah yang bisa menambah wawasan. Kamu bisa mengembangkan kemampuan serta menyalurkan ide-ide cemerlang dalam setiap kegiatan yang kamu ikuti. Yang lebih penting, kamu akan mempunyai kemampuan manajerial dan keterampilan di bidang tertentu yang dibutuhkan ketika nantinya sudah terjung ke masyarakat.
6.        Mengatur waktu kebebasan dan kemandirian yang terdapat di perguruan tinggi membuat kamu dapat mengatur studi sendiri. Maka pandailah mengatur waktu antara kuliah dengan kegiatan-kegiatan eksternal. Sempatkan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah di sela-sela kegiatan. Jangan pernah menerapkan SKS (Sisten kebut Semalam) ketika menghadapi ujian. Cicillah waktu belajarmu sedikit demi sedikit.
7.        Jangan ketinggalan informasi tentang kuliah, kegiatan-kegiatan kampus, beasiswa, dan informasi penting lainnya. Ada kalanya dosen membatalkan atau memajukan jadwal kuliah atau bahkan ujian tanpa pengumuman secara langsung kepada mahasiswa.
8.        Jaga kesehatan karena sangat mempengaruhi prestasi belajar. Aturlah waktu makan, belajar, istirahat, olah raga, dan laksanakan dengan disiplin.
9.        Pertahankan motivasi untuk meraih prestasi yang baik. Dengan demikian setiap permasalahan yang timbul dalam perkuliahan dapat kamu atasi dan lebih bersemanagat kuliah.
10.    Ingat tujuan utama kulia! Jangan kecewakan orang tuamu dengan memberikan prestasi yang buruk. Tunjukanlah bahwa kamu bisa berhasil di bangku kuliah tanpa harus terhambat organisasi. Karena organiisasi dapat menunjang kuliah.
Tips di atas sangat membantu mahasiswa baru jika betul-betul diterapkan dalam kesehariannya sebagai seorang mahasiswa. Perguruan tinggi bukanlah pabrik yang hanya memproduksi sarjana-sarjana ber-IPK (Indeks Prestasi Komulatif) tinggi. Tetapi juga sarjana yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan cakrawala berfikir. Karena IPK tinggi bukanlah satu-satunya tujuan mahasiswa. Jadi butuh kesadaran untuk mengembangkan diri dengan kesadaran diri yang lebih tinggi untuk belajar. Belajar di perguruan tinggi tentu memiliki perbedaan dengan masa sekolah menengah dulu. Pengetahuan di perguruan tinggi dapat diperoleh dengan kuliah (belajar), seminar, diskusi, ceramah, workshoop, bahkan beragam organisasi yang dapat menunjang kuliah. Mulai dari kegiatan jurnalistik, olahraga, teater, pramuka, kesenian, palang merah, bahkan ada yang namanya pengkaderan. Jadi pilihlah arganisasi yang kamu senangi dan sesuai dengan bakatmu.
Di Universitas Muhammadiyah Makassar ada salah satu organisasi yang legal melakukan pengkaderan untuk mempasilitasi  adik-adik mahasiswa baru dalam hal pergaulan di ibu kota. Karena pergaulan di kota sangat keras, bahkan ada kata pepatah yang mengatakan bahwa ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri. Organisasi ini akrab disebut dengan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Semua mahasiswa yang terdaftar resmi di Unismuh tidak dapat selesai atau sarjana tanpa melalui proses DAD (Darul Arqam Dasar) yang dilaksanakan oleh IMM. Jadi untuk para adik-adik mahasiswa baru agar segera mungkin untuk mengikuti DAD ini karena ada banyak ilmu yang akan anda dapatkan yang tidak mungkin anda dapati di dalam ruang perkuliahan.

Rabu, 11 Juli 2012

Perjalanan Intelektual


 
IMM Dan Hantu Intelektual
0leh: S. Al-Farisi Thalib
(Aktivis dan Mujahid IMM)


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan organsasi ortom Muhammadiyah, anak kandungnya Muhammadiyah yang di lahirkan dari rahim Muhammadiyah. Dengan itu IMM dan Muhammadiyah tidak bisa di pisahkan ibarat senyawa ogsigen dan hydrogen yang menyatu dalam air. Bericara IMM maka tidak terlepas dari Muhammadiyah-sebaliknya berbicara Muhammadiyah adalah juga nerupakan pembicara yang berkenaan nilai-nilai dan konsep ideologi IMM, karena anak-anak IMM merupakan orang-orang Muhammadiyah di tingkay mahasiswa.
Menjadi persoalan di tubuh angkatan muda adalah ketika orang-orang yang berada dalam Muhammadiyah tidak pernah memperhatikan anak-anaknya, tidak mengontrol dan mengawasi bagai mana perkembangan anaknya bahkan cenderung di “acuhkan”. Ini kenyataan yang terjadi dan dirasakan oleh anak-anak Angkatan Mudah Muhammadiyah (AMM).
Lihat saja bagai mana tingkat sensifitas orang-orang muhammadiyah yang berada di amal usaha Muhammadiyah seperti halnya di kampus Unismuh Makassar. Kampus Unismuh merupakan amal usaha muhammadiyah, milik muhammadiyah, rumahnya orang-orang muhammadiyah tanpa terkecuali Angkatan Muda maupun Angkatan Tua-tua. Oleh karena IMM adalah orang-orang Muhammadiyah di tingkat mahasiswa, maka Unismuh adalah rumahnya anak-anak IMM, “milik” IMM. Karena Unismuh adalah rumah orang-orang muhammadiyah maka yang BUKAN orang Muhammadiyah, apa lagi yang tidak paham dan tahu tentang Muhammadiyah dilarang untuk tinggal didalamnya. Karena itu adalah milik Muhammadiyah BUKAN milik orang yang ‘BUKAN’ Muahammdiyah.
Angkatan Muda Muhammadiyah (IMM, IPM, Tapak Suci, Hizbul Watan) adalah orang-orang yang paham Muhammadiyah, dimana muhammadiyah melandasi gerakan perjuangannya dengan KEIHKLASAN dan AKHLAK MULIA, dimana muhammadiyah juga mempunyai sikap kemanusiaan yaitu bagi mana menolong kaum Du’afa dan Mustad’afin. Dengan kata lain ‘mungkin saja orang (bukan muhammadiyah) tersebut masuk di amal usaha karena membutuhkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sanak family. Tetapi ironisnya, “manusia-manusia” ini ‘tidak’ sadar bahkan cenderung ‘rakus’, dan inilah perbuatan yang dilarang oleh KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah) bahwa “hidup-hidupkalah Muhammadiyah dan JANGAN PERNAH MENCARI (PENG)KEHIDUPAN DI MUHAMMADIYAH”. Begitupun jika ada yang mau masuk harus berpamit secara baik-baik (patabe) kepada orang yang punya rumah, itu adalah etika/adat bertamu yang pernah di ajarkan oleh guru-guru saya waktu SD. Jika tidak patabe (apalagi ada larangan orang (organisasi) lain di LARANG MASUK)—itu sama dengan pencuri atau lebih dari itu.
Lebih mengerikan lagi bagi saya jika mereka yang diralang masuk (semua organisasi selain Ortom Muhammadiyah) tetap ngotot untuk masuk, bahkan ingin memiliki rumah orang (menguasai) kampus, fakultas-fakultas di amal usaha muhammadiyah maka itu adalah sebuah “kolonialitas, penjajah” yang datang menduduki rumah Muhammadiyah, rumah AMM, rumah KITA.
Hantu Intelektual
Ungkapan ini mungkin masih baru ditelinga teman-teman, saya tidak bermaksud ingin “memperkosa bahasa” tapi sedikit cari sensasi, dengan itu saya ingin menjelaskan secara singkat.
Hantu Intelektual merujuk pada dua term hantu dan intelktual; hantu merujuk pada mahluk halus yang sesekali menakuti-nakuti manusia, dia tidak terlihat namun tetapi ada. Sedang intelektual menegasikan pada orang yang cerdas, paham, dangan itu maka akan melahirkan sebuah kesadaran dan dengan kesadara itu pula membentuk manusia yang punya kepekaan sosial, mengatakan A adalah A, merah adalah merah dan tidak bisa menjadi abu-abu. Dengan demikian hantu intelektual adalah merupakan orang-orang yang sadar akan, tahu akan kebenara dan kedzoliman, haq dangan yang biadab, kebaikan dengan keburukan namun takut untuk mengatakan. Berkaitan dengan ini, maka hantu intelektual adalah orang yang tidak berani melawan “penjajah” yang memasuki rumah kita, orang yang tidak berani bersikap tegas pada mereka dengan meneriakan dengan lantang bahwa itu adalah kebenaran atau itu adalah kedzoliman. Tidak hanya itu, hantu intelektual juga merujuk pada mereka orang-orang yang selalu cenderung mengganggu orang lain, menakut-nakuti orang lain, orang (hantu) yang sering merasuki manusia hingga kesurupan hingga akhirnya orang dirasuki meninggal, juga hantu intelektual disi adalah orang yang menguasai raga orang lain dalam artian wilayah orang lain.
Orang-orang yang ada di amal usaha Muhammadiyah saya kira mereka sadar dan tahu akan hal ini, di mana mereka tahu bahwa banyak orang-orang yang BUKAN Muhammadiyah bahkan tidak tahu dan paham tentang Muhammadiyah, tetapi kenapa tidak ada sikap atau tindakan terhadap masalah itu, seakan tidak ada sensifitas terhadap Muhammadiyah. Yang ironisnya orang-orang (bukan muhammadiyah) itu cenderung acuh tak acuh pada Muhammadiyah karena fokusnya hanya pada amal usaha. Lihat saja bagai mana kasus STAIM Muhammadiyah Kendari, STAIM Bone dan beberapa kampus-kampus Muhammadiyah lainnya. Di tingkat ortom, dimana kebijakan yang melarang Organisasi lain selain ortom untuk eksis di dalam kampus, tapi kenapa tetap dibiarkan berkembang. Bahkan sebagaian fakultas bahkan kampus Muhammadiyah sudah di kuasai oleh organisasi-oraganisasi selain Ortom muhammadiyah. Hal ini dirasakan oleh teman-teman IMM di fakultas Ekonomi, Sospol, Tekhnik dan saya kita tidak hanya itu tetapi masih banyak Fakultas-fakultas dan kampus-kampus muhammadiyah lainnya yang sudah di kuasai oleh organisasi lain. Pertanyaanya, dimana semua perginya Angkatan Tua Muhammadiyah (ATM) dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), dimana peran ayahanda-ayahanda dan ibunda-ibunda kami, sekarang anakmu sedang membutuhkan perhatianmu. Apakah sudah tidak ada sensifitas rasa lagi sebagai seorang ayah dan ibu kepada anaknya ? (itu adalah curhat kami).
Teringat peristiwa penyerangan kaum zionis pada bangsa Palestina yang berpuncak tahun 2008. Zionis membantai, membunuh, mengusir bangsa Palestina tanpa terkecuali. Zionis membom-bardir, meluluh-lantakan rumah-rumah tempat tingga bangsa Palestina, zionis meratakan dengan tanah gedung-gedung yang menjulang tinggi, mereka jadikan lautan api menyala berkobar membakar semua isi bangsa itu. Mereka membakar ajaran, nilai budaya bangsa, ideologi bangsa, identitas bangsa, cirri bangsa, hingga menjadi bangsa yang tidak punya apa-apa. Bangsa yang hidup dengan telanjang, tanpa busada identitas, tanpa penutup aurat ideologi dan tanpa apa-apa. Itu cerita yang menghantui sikap intelektual saya, ketakutan yang amat sangat jangan sampai peristiwa zionis itu terulang lagi di tubuh Muhammadiah beserta Ortom-ortom.
Bangkitlah kalian, kibarkan bendera jihad-Mu wahai teman-teman IMM. Jangan takut, janganlah surut karena rasa takut adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Lawan, himpu kekuatan mu menjadi satu; kekuatan Intelektualias, Kekuatan Humanitas dan kekuatan ketuhananmu (Spiritualis). Jadikan Unismuh sebagai rumah mu, rumahmu adalah surgamu, dan jangan biarkan orang lain menodainya. Wallahu’alam…  
Di bawah langit Indonesia, Laut laksana bercahaya
Suara gemuruh-ku menjadi getar kebenaran
Menggema direlung-relung hati
Seluruh sentero jagat
Inilah sang intelektual pemberani
Teguh dalam keyakinan
Mengatakan merah kalau merah, Putih kalau memang putih
Tanpa rasa takut Dalam kejujuran dan harapan

Di republic tercinta ini
Menancap bagai halilintar
Menyambar tirai-tirai hitam kebohongan, Menyeret setan-setan jahannam
Menggetarkan qalbu dalam kemerdekaan
Menegakkan kebenaran dengan berani, yang akan menguak misteri kegaiban
Menyikap gelap menjadi terang dan bercahaya

Kini saatnya, aku bicara…
Menatap tajam hakikat realitas
Mengutuk mereka yang berdosa
Bersumpah serapakan kepada para pembohong
Mencercah bagi penjilat, Mendo’akan mereka yang tertindas
Memerdekakan para mustad’afin, Mengadili mereka-mereka yang di adili

Trus melangkah dalam kasih Tuhan
Berjalan tegak menantang matahari
Bicara dalam ketulusan dan iman, hingga kapanpun
Dalam semangat yang menggebu, Yang tak padam
Dalam sikap yang pasti untuk KEBENARAN.

Minggu, 04 Maret 2012

Sekilas Sejarah Terbentuknya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan salah satu Organisasi Otonom yang berada dibawah Muhammadiyah sebagai organisasi induk. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah yang bergerak dalam bidang kemasyarakatan mempunyai cita-cita mulia untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam guna mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya dan diredhoi Allah SWT. Oleh karena itu Muhammadiyah dalam menjalankan dakwahnya harus menyentuh seluruh elemen masyarakat baik itu kaum elite sampai kalangan kaum awam, dan elemen Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda juga menjadi elemen penting yang akan menyuarakan dakwah muhammadiyah amar ma’ruf nahyi munkar dikalangan kampus.
Gagasan pembinaan kader di lingkungan mahasiswa dalam bentuk penghimpunan dan pembinaan langsung adalah selaras dengan kehendak pendiri Muhammadiyah, KHA. Dahlan, yang berpesan bahwa “dari kalian nanti akan ada yang jadi dokter, meester, insinyur, tetapi kembalilah kepada Muhammadiyah” (Suara Muhammadiyah, nomor 6 tahun ke-68, Maret II 1988, halaman 19). Dengan demikian, sejak awal Muhammadiyah sudah memikirkan bahwa kader-kader muda yang profesional harus memiliki dasar keislaman yang tangguh dengan kembali ke Muhammadiyah.
Di samping itu, kelahiran IMM pada tanggal 14 Maret 2008 juga merupakan respon atas persoalan-persoalan keummatan dalam sejarah bangsa ini pada awal kelahiran IMM, sehingga kehadiran IMM sebenarnya merupakan sebuah keha-rusan sejarah. Faktor-faktor itu antara lain ialah sebagai berikut (Farid Fathoni, 1990: 102) :
  1. Situasi kehidupan bangsa yang tidak stabil, pemerintahan yang otoriter dan serba tunggal, serta adanya ancaman komunisme di Indonesia
  2. Terpecah-belahnya umat Islam dalam bentuk saling curiga dan fitnah, serta kehidupan politik ummat Islam yang semakin buruk
  3. Terbingkai-bingkainya kehidupan kampus (mahasiswa) yang berorientasi pada kepentingan politik praktis
  4. Melemahnya kehidupan beragama dalam bentuk merosotnya akhlak, dan semakin tumbuhnya materialisme-individualisme
  5. Sedikitnya pembinaan dan pendidikan agama dalam kampus, serta masih kuatnya suasana kehidupan kampus yang sekuler
  6. Masih membekasnya ketertindasan imperialisme penjajahan dalam bentuk keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan
  7. Masih banyaknya praktek-praktek kehidupan yang serba bid’ah, khurafat, bahkan ke-syirik-an, serta semakin meningkatnya misionaris-Kristenisasi
  8. Kehidupan ekonomi, sosial dan politik yang semakin memburuk
Khittah Juang IMM
KH. A. Badawi pada saat meresmikan IMM menandatangani piagam “Enam Penegasan IMM” yang pada Munas (Muktamar I) tanggal 1-5 Mei 1965 di gedung “MAWAR” Surakarta, ditegaskan lagi dengan sebutan Deklarasi Kota Barat. Adapun isinya menegaskan bahwa:
  1. IMM adalah gerakan mahasiswa Islam
  2. Kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM
  3. Fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah
  4. IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara
  5. Ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah
  6. Amal IMM adalah lillahi ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat
Tujuan akhir kehadiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pertama kalinya ialah membentuk akademisi Islam dalam rangka melaksanakan tujuan Muhammadiyah. Sampai sekarang tujuan IMM masih seperti itu dengan bunyi lengkapnya; “Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah”
Identitas IMM:
  1. IMM adalah organisasi kader yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan dan kemahasiswaan dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
  2. IMM memantapkan gerakan dakwah di tengah-tengah masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa
  3. Setiap anggota IMM harus mampu memadukan kemampuan ilmiah dan akidahnya
  4. Setiap anggota IMM harus tertib dalam ibadah, tekun dalam studi dan mengamalkan ilmu untuk menyatalaksanakan ketaqwaan dan pengabdian kepada Allah SWT.
Tiga Ruang Gerak IMM
Sebagai sebuah gerakan dakwah intelektual, IMM menetapkan tiga ruang gerak yang menjadi lahan garapannya. Pertama, keagamaan. Islam merupakan merupakan landasan dan spirit (motivasi) perjuangan. Islam tidak boleh hanya difahami sebagai ibadah yang bersifat rutinitas, Islam tidak sekedar untuk pemenuhan kebutuhan spiritual belaka. Islam juga tidak boleh dijadikan sebagai symbol belaka, apalagi kalau symbol itu dimanfaatkan (dimanipulasi) untuk kepentingan politik, kekuasaan, kekayaan, kesenangan dunia yang serba pragmatis (sesaat). Tapi Islam mengandung ajaran yang universal dan menyeluruh (Q.S. Al Baqarah 208).  Segala gerak kehidupan manusia di bumi ini adalah dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada Allah SWT (Al-Dzariat: 56) dan menjalankan peran kehalifahan (Al Baqarah: 30).
Kedua, kemasyarakatan. Mahasiswa tidak boleh hanya bergerak mengukir karir pribadi, bersorak dari kampus “menara gading” atau melemparkan wacana yang mengawang-awang (berumah di atas angin). Tapi ia harus mempersembahkan segala pikiran dan perbuatannya untuk kemaslahatan ummat dan bangsa. Mahasiswa juga tidak boleh diam dalam melihat semua kebijakan yang diambil penguasa, kebijakan harus diarahkan pada keberpihakan terhadap masyarakat terutama kaum mustadafin (kaum lemah).
Ali Shariati (1996) menyatakan tanggung jawab pokok cendikiawan adalah membangkitkan dan membangun masyarakat bukan memegang kepemimpinan politik negara. Bila masyarakat dibimbing dan dibangun secara benar dia akan dapat melahirkan pahlawan-pahlawan yang cukup tangguh untuk memerintah dan membimbing masyarakat. Peran cendikiawan dalam membangun masyarakat terletak dalam usahanya yang selalu dinamis, jika tidak demikian pasti ia akan menyerah pada determinisme historis yang akan melenyapkan kepribadian dan komitmennya. Perbedaan antara determinisme historis dan determinisme tuhan adalah bahwa kita diciptakan oleh tuhan bukan oleh kekuatan sejarah, sehingga semestinya kta lebih baik dan lebih unggul daripada determisme historis.
Ketiga, kemahasiswaan. Sebagai kader dakwah intelektual, IMM memiliki tanggungjawab untuk membawa mahasiswa kepada fitrahnya sebagai kekuatan pengontrol (agent of social control), pembawa perubahan (agent of social change) dan penerus estafet kepemimpinan ummat dan bangsa masa depan (iron stock).
IMM bertanggungjawab untuk melawan pola-pola pendidikan yang jauh dari nilai-nilai agama (sekuler), kehidupan mahasiswa (kampus) yang sarat dengan hedonisme, materialisme, pergaulan bebas. Mahasiswa harus menjadi penyelesai (problem solver) terhadap masalah-masalah sosial, bukannya malah menjadi bagian atau memperparah masalah social tsb. Mahasiswa adalah eksponen masyarakat yang selalu berada di front paling depan dalam membela kedaulatan negara. Mahasiswa sebagai kaum terdidik diharapkan menjadi penyambung lidah bagi masyarakat yang kurang beruntung.
Untuk Itu semua, maka IMM akan mempersembahkan kadernya menjadi: kader persyarikatan (Muhammadiyah), kader ummat dan kader bangsa”. Inilah yang dikenal dengan Tri Dimensi Kader.